SAKSI BISU ISLAM DI GRANADA



Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh ^_^

Hai teman-teman para pengunjung blog Icha. Sebelumnya aku mau tanya ke kalian semua. Apakah kalian tahu bahwa islam pernah berkembang di tanah eropa? Lalu seperti apakah kemajuan dan perkembangan di saat itu. Nah, dikesempatan ini Icha ingin memberitahu sekilas dari salah satu saksi bisu keberadaan islam di benua hijau tersebut tepatnya di Spanyol.

Islam mulai berkembang di Andalusia ( sekarang Spanyol ) saat kedatangan Dinasti Umayyah II yang sebelumnya telah berkembang di daerah Damaskus ( disebut Dinasti Umayyah I). Lalu pada tahun 755 M, Abdurrahman  I yang memasuki Spanyol dan diberi gelar al-Dakhil (yang masuk ke Spanyol). Dia adalah keturunan Bani Umayyah yang berhasil lolos dari kerajaan Bani Abbas, ketika Dinasti Abbasiyah berhasil menaklukkan Dinasti Umayyah di Damaskus.

Istana Alhambra
Sumber gambar :Conde` Nast Traveler

Selanjutnya, ia berhasil mendirikan Dinasti Bani Umayyah di Spanyol. Dimasa inilah islam mulai berkembang ke segala penjuru Andalusia. Hingga pada Abad ke-12, Sultan Muhammad bin Ahmar membangun istana besar nan megah di Granada yang disebut Alhambra. Bangunan tersebut sebagai salah satu bukti sekaligus saksi bisu kebesaran hingga keruntuhan islam di tanah Andalusia.

PENGENALAN NAMA AL-HAMBRA
Alhambra sendiri berasal dari kata hamra’ yang merupakan jama’ Bahasa arab ahmar yang berarti merah. Sehingga Istana Al-Hambra atau bisa disebut Istana Merah karena bangunan tersebut banyak dihiasi dinding bata merah ( plesteran merah) dan ubin-ubin putih agak kemerah-merahan sebagai hiasanornamennya. Namun fakta lain mengatakan bahwa nama Al-Hambra diambil dari nama penguasa islam saat itu yakni Sultan Muhammad bin Ahmar ( 1232-1492 M ).

ARSITEKTUR ISTANA AL-HAMBRA
Istana yang berlokasi di Calle Real de la Al-Hambra, bukit La Sabica ini dilengkapi oleh taman bunga yang tersusun rapi dan indah serta dilengkapi kolam besar berbentuk persegi yang dikelilingi tanaman pagar, seperti yang ada didepan Patio de los Arrayanes (Court of the Myrtles).

Court of Myrtles
Sumber gambar : Viva la Tour


Selain itu istana ini  juga memiliki 128 tiang marmer yang mengelilingi Hausyus Sibb (Taman Singa) atau disebut juga Court of the Lions. Di Hausyus Sibb terdapat empat aliran air mancur yang menjadi ikon Alhambra. Empat aliran air, sebagai representasi dari empat macam sungai yang mengalir di surga, yakni sungai dari air jernih, air susu, air anggur, dan madu.

Hausyus Sibb
Sumber gambar : andalucia.com

Pada bagian dalam istana tersebut terdapat beberapa ruangan indah dan unik seperti Ruangan Bani Siraj (Baitul Bani Siraj), ruangan yang berbentuk bujur sangkar dengan luas 6,25 m x 6,25 m yang dipenuhi dengan hiasan-hisan kaligrafi Arab dan Ruangan Dua Perempuan Bersaudra (Baitul al-Ukhtain), yaitu ruang yang khusus untuk dua orang bersaudara perempuan Sultan Al-Ahmar.

Dari sekilas gambaran kita bisa melihat mengapa Al-Hambra disebut sebagai puncak pencapaian arsitektur Islam, karena bisa dilihat dari tiap detail bangunan yang terdapat ukiran-ukiran kaligrafi arab seperti pada pilar marmer penyangga pintu yang bertuliskan dua kalimat syahadat Laa ilaha illallah Muhammadur Rasulullah ( Tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad utusan Allah ).

Ukiran Kaligrafi pada salah satu jendela istana
Sumber gambar : The Travel Cube

Terima kasih untuk semua pembaca dan teman-teman Icha ya. Ikuti terus blog ini dan Sampai jumpa. Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh :)



Comments

  1. Kak, al-hambra itu yg ada di drama korea kemrin itu ya??

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Kakek Leluhurku Bukan Seorang Pelaut

Malam